<!doctype linuxdoc system>

<article>
<title>UMSDOS HOW-TO 
<author>Jacques Gelinas, <tt/jacques@solucorp.qc.ca/
Diterjemahkan oleh Surya Sumirat, <tt/uya@theoffice.net/ </author>
<date>v1.1, 13 November 1995 diterjemahkan Desember 1997
<abstract>

	<em/Umsdos/ adalah sistem file Linux, disediakan sebagai alternatif 
	dari sistem file <em/EXT2/. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan 
	kerjasama yang lebih mudah dengan data <em/MSDOS/ dengan berbagi partisi 
	yang sama. 
	
	Dokumen ini pertama kali akan menjelaskan bagaimana 
	menggunakan Umsdos dalam konfigurasi yang berbeda, dan selanjutnya 
	menjelaskan bagaimana Umsdos beroperasi dan berusaha menyediakan 
	beberapa informasi sedemikian hingga anda dapat memutuskan apakah 
	hal ini adalah pilihan yang baik bagi anda. (lihat UMSDOS-WHY-TO 
	di bagian akhir). 

</abstract>
<toc>
<sect>UMSDOS: ada di mana? 
<p>

<sect1>Sejarah 
<p>

	Proyek <em/Umsdos/ dimulai sejak tahun 1992 dan telah tersedia dalam 
	jaringan internet bulan Januari 1994 sebagai suatu patch. 
	Disertakan dalam distribusi standar kernel di bulan Juli, 
	dimulai pada kernel 1.1.36. 

	Umsdos pertama kali diadopsi dalam distribusi Slackware sebelum 
	secara resmi disertakan dalam kernel resmi. 

	Umsdos dikembangkan dimulai dari kernel 1.1.60. Kinerjanya secara 
	dramatis meningkat pesat, khususnya dalam penulisannya. sejak 
	1.1.70 (sekitar itu), menjadi stabil kembali. 

	Bug yang utama telah diatasi dalam <em/Linux 1.2.2/. Bug ini 
	menyebabkan kebingungan bagi pengguna sejak awal (beberapa 
	file secara diam-diam berganti nama, memberikan kesan yang buruk 
	karena seolah-olah file-file tersebut telah terhapus). Berhati-
	hatilah dengan <em/Slackware 2.2/, karena masih menggunakan kernel 
	1.2.1, yang memiliki bug ini. 

<sect1>Ketersediaan 
<p>

	Umsdos tersedia sebagai patch untuk kernel 1.0.x, namun telah 
	terintegrasi untuk kernel 1.2. Dapat dikompile atau di-load 
	sebagai suatu modul. Berhati- hatilah mulai sekarang, jika anda 
	bermaksud me-load umsdos sebagai modul, anda juga harus 
	menggunakan sistem file MS-DOS sebagai suatu modul. Hal ini 
	muncul dari keterbatasan dalam sistem modul (beberapa simbol 
	hanya diekspor ketika driver-driver diinstal sebagai modul). 

<sect1>Distribusi pendukung 
<p>

	Sejauh ini, penulis hanya tahu Slackware saja yang mendukungnya. 
	Penulis yakin bahwa hal ini salah, untuk itu tolong berikan 
	informasi kepada penulis untuk membetulkannya. 

<sect1>Home site 
<p>

	Home site untuk umsdos adalah <tt/sunsite.unc.edu/. lihat pada direktori 
	<tt>/pub/Linux/system/filesystems/umsdos</tt>. 

<sect1>Dokumentasi teknis 
<p>

	Terdapat cukup banyak dokumentasi mengenai 'bagian dalam' Umsdos. 
	Tersedia baik dalam format <em/HTML/ maupun text pada lokasi yang sama 
	sebagai utility. sejauh yang penulis ketahui, versi HTML belum 
	tersedia secara online pada website manapun. Anda harus 
	mendowloadnya lalu meng-'UN-tar"-nya dan membaca secara lokal. 

<sect1>Penulis 
<p>

	Jacques Gelinas, jacques@solucorp.qc.ca 

<sect>Umsdos sebagai partisi root anda 
<p>

<sect1>Konsep pseudo-root 
<p>

	Dengan Umsdos, Linux dapat diinstall dalam partisi DOS standar. 
	Linux diinstall sebagai sistem operasi kedua (atau ketiga) dalam 
	partisi. Untuk menghindari tabrakan nama (terdapat kemungkinan 
	direktori bin atau tmp telah ada dalam drive C:), umsdos 
	menggunakan trik pintar: pseudo-root. 

	Seluruh file <em/Linux/ diinstall dalam subdirektori DOS dinamakan 
	<tt/linux/, biasanya <tt/C:LINUX/. Struktur direktori Linux/Unix yang 
	normal terdapat di situ. Anda akan mendapatkan 

	<itemize>
	<item <verb/C:\LINUX\BIN/
	<item <verb/C:\LINUX\ETC/
	<item <verb/C:\LINUX\LIB/
	<item <verb/C:\LINUX\ROOT/
	<item <verb/C:\LINUX\SBIN/ 
	<item <verb/C:\LINUX\TMP/
	<item <verb/C:\LINUX\USR/
	<item <verb/C:\LINUX\VAR/
	</itemize>

	Ketika Umsdos di-boot, akan dicari direktori <tt/linux/ kemudian 
	<tt>/linux/etc</tt>. Jika ada, mode pseudo-root diaktifkan. 

	Mode pseudo-root menukar root partisi ke C:\LINUX, yang memberikan 
	layout direktori Unix konvensional : 
	
	<itemize>	
	<item <verb>/bin</verb>
	<item <verb>/etc</verb> 
	<item <verb>/lib</verb>
	<item <verb>/root</verb> 
	<item <verb>/sbin</verb>
	<item <verb>/tmp</verb> 
	<item <verb>/usr</verb> 
	<item <verb>/var</verb>
	</itemize>

	Pada list ini ditambahkan satu direktori dinamakan <tt/DOS/. Ini adalah
	direktori virtual. 

<sect1>Hal yang perlu diketahui tentang pseudo-root 
<p>
	<itemize>
	<item>Mode ini hanya dapat dijalankan pada saat boot. Tidak ada 
		cara lain untuk mengaktifkannya dengan perintah mount. 
	<item>Mekanisme ini murni cara pandang yang berbeda dari sistem 
		file Umsdos normal. Artinya bahwa partisi yang secara 
		normal dapat digunakan sebagai partisi root dapat 
		di-mount. Tidak terdapat efek pseudo-root apa pun. 
		
		Sebagai contoh, jika anda mem-boot linux dengan disket 
		dan me-mount partisi root anda di <tt>/mnt</tt>, anda akan 
		menemukan seluruh direktori linux anda dalam <tt>/mnt/linux/bin, 
		/mnt/linux/etc</tt>, dan seterusnya. 
	</itemize>

<sect>Topik lain mengenai cara kerja Umsdos 
<p>

<sect1>Mount option 
<p>

	Anda dapat menggunakan mount option yang sama seperti pada sistem 
	file MS-DOS. Option conv= dipertanyakan dalam sistem Umsdos. 
	Penulis menyarankan untuk menghindarinya. Option yang mungkin 
	anda temukan adalah: 
	
	<itemize>
	<item>uid= 
	<item>gid= 
	<item>umask= 
	</itemize>

	Tetapi ingatlah bahwa Umsdos mengelola direktori yang tidak 
	terpromosi seperti yang dilakukan pada sistem file MS-DOS. Option 
	di atas akan berlaku global untuk semua direktori yang tidak 
	terpromosi. <em/uid/ men-setup pemilik default (default owner), <em/gid/ 
	men-setup grup default (default group), dan <em/umask/ men-setup 
	permission yang default. 


<sect1>Bagaimana mengeset default untuk root 
<p>

	Umssetup dibuat untuk menyediakan pemilik default (default ownership) untuk 
	partisi root pada saat run time. Untuk partisi Umsdos lain, dapat menggunakan 
	mount option atau umssetup. Menyimpan mount option dalam /etc/fstab 
	lebih dipilih untuk partisi non root. Contohnya adalah sebagai berikut, 
	simpanlah dalam /etc/rc.d/rc.S. 

<tscreen><verb>
 	/sbin/umssetup -u jack -g group -m 0755 / 
</verb></tscreen>

<sect1>Menggunakan swap file 
<p>

Secara umum swap file lebih lambat dari partisi swap, namun demikian 
swap file lebih fleksibel. Anda dapat men-setup swap file dalam partisi 
Umsdos dengan cara yang sama seperti dalam sistem file Linux lainnya. 
Sebagai contoh untuk men-setup swap file berukuran 8 megabyte pada direktori 
root: 

<tscreen><verb>
	dd if=/dev/zero bs=1024k count=8 of=/swap 
	mkswap /swap 8192 
	sync 
	swapon /swap 
</verb></tscreen>


sekali dilakukan, anda dapat menyisipkan baris berikut dalam /etc/fstab 

<tscreen><verb>
	/swap  swap  swap  default 

</verb></tscreen>


dan file swap akan diaktifkan setiap boot (umumnya terdapat "swapon -a" 
dalam <tt>/etc/rc.d/rc.S</tt>). 



<sect>Mem-boot sistem Umsdos 
<p>

<sect1>Loadlin 
<p>

Paket lodlin15.tgz tersedia di sunsite.unc.edu dalam 
<tt>/pub/Linux/system/Bootutils</tt>. Utility ini terutama sekali digunakan untuk 
mem-boot sistem Umsdos. Secara umum yang anda harus lakukan adalah: 

<tscreen><verb>
	Boot DOS 
	C:>loadlinx zimage root=D: 
</verb></tscreen>

dimana zimage adalah image kernel normal (terkompresi) yang dikopikan ke 
suatu tempat dalam drive DOS. D: adalah drive DOS dimana Linux diinstall. 

<sect1>Menggunakan floppy 
<p>

Mem-boot sistem Umsdos dari floppy tidak jauh berbeda dengan mem-boot sistem 
Ext2. Anda memerlukan file zimage kernel yang secara tepat terinisialisasi 
untuk menempatkan partisi root Umsdos anda. Hal ini didapat dengan 
menggunakan perintah rdev. Barisan berikut akan menginisialisasikan 
zImage dan menyimpannya dalam floppy. 

<tscreen><verb>
	rdev zImage /dev/hda1 
	rdev -R zImage 0 
	dd if=zImage bs=8192 of=/dev/fd0 
</verb></tscreen>


Jika terlihat membingungkan, format saja suatu floppy menjadi boot-able 
DOS lalu simpan komponen berikut : 

<itemize>
<item>loadlin.exe 
<item>loadlinx.exe 
<item>zimage 
</itemize>


dan buat file autoexec.bat berisi : 

<tscreen><verb>
loadlinx zimage rw root=C: 
</verb></tscreen>


<sect1> LILO 
<p>


LILO adalah <em/Linux/ boot loader yang juga dapat digunakan untuk mem-boot sistem <em/Umsdos/. Penulis belum berpengalaman dengan 
LILO. Utiliti ini sudah mulai dapat bekerja dengan baik sejak versi 1.1.60. Tolong kirimkan e-mail
kepada penulis jika Anda ingin membahas lebih jauh tentang LILO. 



<sect1>Defragmentasi partisi <em/Umsdos/ 
<p>


Defragmentasi dapat dilakukan menggunakan tools yang biasa dipakai di DOS. Tidak ada sesuatu yang khusus mengenai file yang 
dihasilkan <em/Umsdos/. Dan <em/Umsdos/ tidak mengharapkan sesuatu yang khusus (layout direktori, barisan direktori entri, 
dan sebagainya) dari sistem file di bawahnya. Sejauh penulis ketahui, tidak ada tools <em/Linux/ yang bisa dipakai. 


<sect1>Trik lanjutan 
<p>

<em/Umsdos/ bersandar pada <tt/--linux-.---/ yang ada pada direktori DOS. Beberapa pengguna mungkin ingin sedikit bereksperimen. 
Utility udosctl yang merupakan bagian dari paket umsdos_progs (berisi umssync dan umssetup) mengijinkan operasi direktori 
(listing, deletion) secara bebas pada <tt/--linux-.---/ dan direktori DOS. 



<sect> Prinsip dasar 
<p>


<sect1>Pengenalan 
<p>


<em/Umsdos/ memetakan file-file linux secara langsung ke sistem file MS-DOS. Ini adalah translasi satu ke satu. Isi file tidak 
dimanipulasi sama sekali. <em/Umsdos/ hanya bekerja pada nama. File khusus (misalnya links dan devices), dikenakan pengaturan 
khusus. Untuk setiap direktori, terdapat suatu file bernama <tt/--linux-.---/. 


<sect1><em/Umsdos/ dapat menggantikan sistem file MS-DOS 
<p>


<em/Umsdos/ dapat dianggap sebagai superset sistem file serbaguna MS-DOS dari linux. Faktanya, kemampuan dan kefleksibelan 
menimbulkan banyak keanehan pada <em/Umsdos/. Cobalah me-mount floppy DOS yang
baru diformat seperti berikut : 


<tscreen><verb>
mount -t umsdos /dev/fd0 /mnt 
</verb></tscreen>


lalu lakukan hal berikut: 

<tscreen><verb>
ls / >/mnt/LONGFILENAME 
ls -l /mnt 
</verb></tscreen>


anda akan mendapatkan hasil berikut : 
<tscreen><verb>
   -rwxr-xr-x  1   root   root   302 Apr 14 23:23 longfile 
</verb></tscreen>


Sejauh ini, kelihatannya sistem file <em/Umsdos/ tidak melakukan lebih banyak hal (malah tidak sama sekali) dari sistem file normal 
MS-DOS. 

<em/???/


<sect1>Directory Promotion
<p>

Sejauh ini belum terlihat mengesankan. Inilah triknya. Jika telah dipromosikan, direktori DOS akan diatur dengan cara yang 
sama dengan <em/Umsdos/. <em/Umsdos/ menggunakan suatu file khusus dalam tiap subdirektori untuk mencapai translasi diantara 
kemampuan lebih (nama panjang, kepemilikan, dsb..) dari <em/Umsdos/ dan keterbatasan file sistem DOS.
File ini tidak terlihat 
oleh pengguna <em/Umsdos/, tetapi dapat terlihat ketika anda mem-boot DOS. Untuk menghindari kekacauan partisi DOS dengan file 
tersebut (<tt/--linux-.---/) yang tidak berguna, kehadiran file tersebut optional. Bila tidak ada, <em/Umsdos/ berperilaku 
seperti MS-DOS. 

Ketika suatu direktori dipromosikan, sembarang operasi subsekuen akan dilakukan dengan semantik yang penuh seperti normalnya 
yang tersedia untuk pengguna Unix dan <em/Linux/. Dan seluruh subdirektori yang dibuat sesudahnya akan dipromosikan secara 
otomatis. 

Keistimewaan ini mengijinkan anda secara logik mengorganisasikan partisi DOS anda kedalam bagian DOS dan bagian <em/Linux/. 
Sangat penting untuk memahami bahwa file <tt/--linux-.---/ berukuran kecil (umumnya 2k per direktori). Dos umumnya 
menggunakan cluster yang besar (sebesar 16 k untuk partisi 500M), jadi dengan menghindari penyimpanan <tt/--linux-.---/ di 
sembarang tempat akan sangat bermanfaat. 


<sect1>Bagaimana cara berpromosi: /sbin/umssync 
<p>


Suatu direktori dapat dipromosikan kapan saja menggunakan <tt>/sbin/umssync</tt>. Dapat digunakan kapan saja. untuk mempromosikan 
direktori, lakukan operasi berikut : 

<itemize>
<item>Buat sebuah <tt/--linux-.---/ 
<item>Bentuklah relasi satu ke satu diantara <tt/--linux-.---/ dan isi direktori yang sekarang ada. 
</itemize>


<tt>/sbin/umssync</tt> mengatur file <tt/--linux-.---/ yang ada. File tersebut tidak dibuat kembali setiap 
waktu. Cukup dengan menambahkan entri yang hilang kedalamnya (file akan dibentuk selama sesi DOS). <em/umssync/ juga akan 
menghapus file-file yang tidak pernah ada dalam direktori DOS dari <tt/--linux-.---/., dimana <em/umssync/ mendapatkan nama 
file dari tempat tersebut. Umssync menyimpan <tt/--linux-.---/ sejalan dengan direktori DOS yang mendasarinya. 


<sect1>Menggunakan /sbin/umssync pada saat boot 
<p>

Adalah suatu ide yang baik untuk selalu memanggil /sbin/umssync pada akhir /etc/rc.d/rc.S anda jika belum ada. Perintah berikut 
cocok untuk hampir semua sistem : 

<tscreen><verb>
/sbin/umssync -r99 -c -i+ / 
</verb></tscreen>


option <tt/-c/ mencegah <em/umssync/ melakukan promosi direktori. Option tersebut hanya mengupdate <tt/--linux-.---/ yang ada. 

Perintah ini berguna jika anda mengakses direktori linux selama sesi DOS. <em/Linux/ tidak mempunyai cara efisien untuk 
memberitahukan bahwa direktori telah dimodifikasi oleh DOS sehingga <em/Umsdos/ tidak dapat melakukan operasi
<em/umssync/.

<sect1>Membebaskan promosi (UN-promote) 
<p>

Hapus saja file <tt/--linux-.---/ pada sesi DOS dan Anda akan menyesal. 

<sect1>Bagaimana file-file yang terbentuk selama sesi DOS? 
<p>

Kecuali anda mengunakan <em/umssync/ dalam direktori dimana file-file ditambahkan atau dihapus oleh DOS, anda akan
menemui beberapa masalah : 
<itemize>
<item>Tidak akan meng-crash-kan sistem anda dan tidak juga menyebabkan masalah besar, hanya gangguan saja :-) 
<item>File-file dibuat oleh DOS. 
	<itemize>
	<item>Tidak akan terlihat dalam <em/Linux/. 
	<item>Ketika akan mencoba membuat suatu file dengan nama yang sama, anda akan mendapatkan pesan kesalahan yang menyatakan bahwa 
	file telah ada. 
	<item>Hasil-hasil pembentukan tersebut lebih membingungkan dari masalah sebenarnya. Tetapi hal itu tidak merusak sistem file. 
	</itemize>
<item>File-file yang terhapus oleh DOS tidak menyebabkan masalah. <em/Umsdos/ akan memberitahukan kehilangan pada saat akses 
pertama. Suatu pesan akan dikeluarkan (dan umumnya dicatat dalam <tt>/var/adm/syslog</tt>). 
</itemize>


<sect>Instalasi/UN-instalasi dan beberapa trik 
<p>

Instalasi dari <em/Umsdos/ tidak jauh berbeda dengan instalasi sistem <em/Linux/ yang biasa (berbasis Ext2) 

Ada dua perbedaan utama. 

<sect1>Pseudo-root <tt>/mnt/linux</tt> 
<p>

Langkah yang normal untuk instalasi adalah : 
<enum>
<item>Set partisi dengan fdisk dan format partisi tersebut. 
<item>Mount sebagai <tt>/mnt</tt> relatif terhadap instalasi root disk. 
<item>Salin semua paket kedalam <tt>/mnt</tt>. 
</enum>

Dengan <em/Umsdos/, langkah 1 tidak diperlukan (bukankah tujuan utama dari <em/Umsdos/ adalah untuk tidak memformat
hard disk Anda ?) 

Sistem <em/Umsdos/ dapat diinstall hanya dengan mengkopi seluruh paket ke dalam /mnt.
Cara tersebut bisa saja digunakan. Akan 
tetapi akan menciptakan kumpulan subdirektori dalam direktori root DOS anda (C:) dan anda pasti tidak akan menyukainya. 
Inilah alasan mengapa seluruh instalasi <em/Umsdos/ menggunakan cara pseudo-root. Dan inilah perbedaan utama diantara instalasi 
Ext2 yang normal dan cara <em/Umsdos/, yaitu : Seluruh file dikopi kedalam
<tt>/mnt/linux</tt>. 

<sect1>Mempersiapkan <tt>/mnt/linux</tt> 
<p>

<tt>/mnt/linux</tt> bukan direktori biasa, karena harus terlebih dahulu dipromosikan sehinga nantinya mampu menangani nama 
panjang file <em/Linux/ dan file tertentu (links, device). Langkah untuk mensetup /mnt/linux : 
<enum>
<item>mkdir /mnt/linux 
<item>umssync /mnt/linux 
</enum>

Hanya itu saja ! 

<sect1>Memastikan /mnt/linux tersetup dengan benar 
<p>
Meskipun setup <tt>/mnt/linux</tt> sangat mudah, terdapat banyak paket instalasi yang menjadi salah
terinstall karenanya. Bagaimana bisa terjadi? 
Masalah terbesar pada instalasi muncul dari ketidakkompatibelan program <em/umssync/. <em/Umsdos/ telah diupdate dalam Linux 1.1.88 
(penulis tidak ingat pasti) dan sebuah cacat telah ditemukan dalam <em/umssync/. Untuk menghindari kebingungan dalam komunitas 
Linux, diputuskan untuk membuat level kekompatibelan yang dibutuhkan untuk semua tools <em/Umsdos/. Versi lama dari tools 
otomatis akan ditolak. 

Sementara banyak distribusi tidak memperbaharui utility <em/umssync/ mereka pada disk instalasi. 

Masih banyak distribusi yang seperti ini. Hasil jaringan menunjukkan bahwa direktori /mnt/linux yang tidak terpromosi sama 
sekali dan akan memotong seluruh nama panjang dan akan menolak semua file khusus. 

Kita bisa melakukan test lebih dahulu selama proses instalasi untuk mengecek apakah terjadi kesalahan. Berterimakasihlah kepada 
mekanisme pseudo console dari <tt/Linux/, anda dapat melakukannya tanpa meninggalkan program instalasi. Lakukan langkah berikut : 

<enum>
<item>Tekan <tt>Alt-F2</tt> (tombol <tt/Alt/ dan tombol <tt/F2/ ditekan bersamaan) 
<item>login sebagai root. 
<item>cd /mnt/linux Jika hal ini gagal, anda mencoba terlalu dini. Waktu yang baik untuk melakukannya di akhir dari pemilihan paket. 
<item><tt>>TOTO</tt> 
<item><tt>ls -l</tt> 
	Anda seharusnya akan melihat file kosong <tt/TOTO/ dalam huruf besar. jika anda melihatnya dalam huruf kecil, kesalahan terjadi. 
	Cobalah lakukan langkah <em/umssync/ kembali. Umssync dapat digunakan berulang-ulang tanpa masalah. <em/umssync/ . Jika tidak 
	terjadi pesan kesalahan, lakukan test <tt/TOTO/ kembali. Jika <tt/TOTO/ terlihat bagus, maka semua sudah OK. Sesuatu yang aneh terjadi 
	dalam instalasi, tetapi simpan saja. Lanjutkan. 
<item>Tekan <tt/Alt-F1/ untuk kembali ke layar instalasi 
</enum>


Jika test gagal, cara memperbaiki yang baik adalah mengambil instalasi root disk yang terbaru. Anda dapat membetulkan root disk 
dengan menginstall versi terbaru dari <em/umssync/. Hal ini tidak sulit tetapi membutuhkan sistem linux yang bekerja. Anda cukup
 me-mount floppy root disk dan ganti <em/umssync/ yang salah dengan yang baru. 

<sect1>Melepas pseudo-root 
<p>

Hampir semua instalasi UMSDOS yang gagal, mencetak pesan yang aneh. Hal ini bukan merupakan bug di UMSDOS meskipun pesan yang 
terlihat aneh. Penyebabnya antara lain : 

<itemize>
<item>Kasus yang paling umum 
	Instalasi <em/Slackware/ mencoba untuk men-setup suatu file swap terlalu dini selama proses instalasi. Untuk itu anda 
	diminta untuk memilih suatu partisi (drive DOS), lalu me-mount-nya dan men-set file swap. 

	Ketika menginstall sistem <em/Slackware/, anda harus men-setup target partisi utama untuk diinstall, yang selanjutnya 
	me-mount partisi DOS pada /mnt, membuat direktori /mnt/linux dan menjalankan <em/umssync/ di tempat itu. 

	Disinilah masalah yang paling banyak muncul. Hampir semua pengguna melupakan langkah "setup target partition" dan 
	langsung ke bagian instalasi berikutnya . Karena /mnt sudah mount, kesalahan ini tidak dibertahukan. Artinya bahwa 
	<tt>/mnt/linux</tt> tidak dibuat dengan tepat (tidak terpromosi). Semua file-file dan link-link dan nama panjang tidak dapat 
	dibuat dengan tepat. 
<item>Invalid <em/umssync/ utility 
	<tt>/mnt/linux</tt> tidak secara tepat di setup. Umumnya disebabkan oleh ketidaktepatan utility <em/umssync/ pada disket instalasi root. 
<item>bug lama dalam <em/Umsdos/ 
	Terdapat bug pada <em/Umsdos/ sebelum <em/Linux/ 1.2.2. Mode pseudo-root tidak dapat diatifkan secara tepat, jika 
	file <tt>/etc/init</tt> hilang. Init lalu ditempatkan  dalam	<tt>/sbin</tt>. Anda dapat membetulkannya dengan mengambil kernel yang 
	terbaru. Hal ini direkomendasikan karena bug lain telah ditemukan dan telah dibetulkan dalam 1.2.2. Jika anda tidak 
	bisa meng-upgrade, lakukan hal berikut : 

	<enum>
	<item>Boot dari disket instalasi anda.
	<item>Login sebagai root 
	<item><tt>mount -b umsdos /dev/hdxx /mnt</tt> 
	dimana <tt>/dev/hdxx</tt> adalah partisi DOS anda 
	<item><tt>cd /mnt/linux/etc </tt>
	<item><tt>ln -s ../sbin/init init</tt> 
	<item><tt>cd /</tt> 
	<item><tt>Ctrl-Alt-Del</tt> 
	<item>Boot <em/Umsdos/ anda 
	</enum>
</itemize>

sayangnya dua langkah pertama (masalah instalasi) menghasilkan instalasi yang tidak berguna. Uninstall (lihat sesi berikutnya) 
kemudian install kembali. 

<sect1>Bagaimana meng-uninstall sistem <em/Umsdos/ 
<p>

Satu hal menarik mengenai <em/Umsdos/ dan mekanisme pseudo-rootnya, adalah anda dapat meng-uninstall tanpa kesulitan. Anda hanya 
perlu mem-boot DOS dan secara rekursif menghapus direktori <em/Linux/. Hanya itu saja. <em/Umsdos/ tidak membutuhkan driver 
khusus dalam config.sys, dan tidak juga membuat sesuatu yang khusus diluar direktori <em/Linux/. 

<sect1>Memindahkan sistem <em/Umsdos/ ke drive DOS lainnya 
<p>

Hal ini bisa dilakukan dari <tt/Linux/ atau dari DOS. Anda cukup mengkopi secara rekursif direktori <em/Linux/ dari satu drive 
ke drive lain. Setelah itu anda harus mengatur mekanisme boot anda (umumnya perintah loadlin) dan file /etc/fstab. <em/Umsdos/ 
dapat jalan di drive DOS manapun. Tidak ada keharusan untuk menginstallnya pada drive C:, tidak juga terlalu penting untuk 
menuliskannya pada hard drive pertama. Pokoknya gak perlu. 

Faktanya kita bisa memutuskan memiliki beberapa instalasi <em/Umsdos/ pada drive yang berbeda, lakukan eksperimen saja. 

<sect1>Mengenai instalasi 50 sistem <em/Umsdos/ 
<p>

Bagaimana bila anda ingin menginstall sistem <tt/Linux/ dalam jumlah besar tapi waktu yang tersedia terbatas? 

Sistem <em/Umsdos/ hidup dalam dunia DOS. Anda dapat mengambil keuntungan dari hal ini bila anda ingin mudah menginstall
<tt/Linux/. Anda dapat menginstall dan mengkonfigurasikan sistem <em/Umsdos/ pada situs anda. Ketika anda telah merasa puas 
dengan konfigurasi dan paket yang telah dipilih, anda dapat mem-boot DOS dan mengkopi direktory linux lengkap ke sever file 
DOS anda. Lalu pindah ke DOS station lain dan anda cukup mengkopi file-file yang ada dalam drive network ke drive lokal. 
Hanya itu saja. Hanya mengatur script boot (<em/Loadlinx/) dan coba. 

Dengan pengaturan minimal (nama Host, nomer IP), seseorang akan mampu menginstall sistem <em/Linux/ dalam beberapa menit. 

Pembaca yang tertarik perlu mencatat bahwa menginstall sistem <em/Linux/ dengan mengkopi sistem yang sedang berjalan juga 
akan bekerja untuk sistem <em/Linux/ lain, termasuk basis Ext2. 

Yang menarik dari <em/Linux/ adalah tidak diperlukan file tersembunyi yang harus diinstall oleh program instalasi. 

<sect>Pengaturan sesi <em/Linux/ dalam partisi DOS 
<p>

<em/Umsdos/ memiliki beberapa kegunaan bahkan bagi pengguna Ext2 (file sistem <em/Linux/ natif). Skenario yang umum terjadi: 
<itemize>
<item><em/Linux/ menjadi pilihan sistem operasi anda, partisi <em/Linux/ anda mulai terisi terisi dan terisi 
<item>Partisi DOS anda berisi sampah, sebagian kosong . Partisi Ext2 tiba-tiba sudah penuh 
<item>Anda tetap tidak yakin apakah ingin membuang DOS 
</itemize>

<em/Umsdos/ akan menyelamatkan hari anda. Anda dapat mensetup direktori <em/Linux/ dalam partisi DOS dan menggunakannya 
tanpa pembatasan untuk penggunaan linux. Sebagai contoh, misalkan anda ingin mensetup direktori baru, bernama
<tt/"extra"/ 
dalam drive <tt/C:/. dan anda ingin direktori ini berperilaku seperti direktori <em/Linux/ yang normal. Lakukan hal berikut 
(asumsikan bahwa <tt/C:/ adalah <tt>/dev/hda1</tt>) 

<tscreen><verb>
	mkdir /c 
	/sbin/mount -t umsdos /dev/hda1 /c 
	mkdir /c/extra umssync /c/extra 
</verb></tscreen>

anda harus login sebagai root untuk melakukan hal ini. 

Dengan menset <tt>/etc/fstab</tt> seperti diatas, anda akan selalu dapat mengakses direktori
<tt>/c/extra</tt>. 

<sect>UMSDOS-WHY-TO 
<p>

Menjelaskan bagaimanana cara beroperasi atau menginstall sistem <em/Umsdos/ tidaklah cukup. Banyak orang mencari saran 
apakah menggunakan <em/Umsdos/ atau tidak. 

<sect1>Tujuan <em/Umsdos/ 
<p>

Tujuan <em/Umsdos/ adalah untuk kemudahan instalasi <em/Linux/. Tujuan lainnya adalah kemudahan un-instalasi. Idenya 
di sini adalah mempromosikan perkembangan <em/Linux/. Menginstall sistem operasi baru selalu bermasalah. OS/2 contohnya 
akan memenuhi root <tt/C:/ anda dengan kumpulan direktori baru. Jika anda pintar seperti penulis,
OS/2 juga akan menghapus file config.sys dan autoexec.bat anda :-( 

Keistimewaan pseudo-root dari <em/Umsdos/ menghindari invasi tak diundang seperti ini. <em/Linux/ dapat di-UN-install 
tanpa efek samping. 

<sect1>Siapa yang membutuhkannya 
<p>

Jika anda memiliki harddrive kecil, <em/Umsdos/ mengijinkan anda berbagi ruang disk diantara DOS dan <em/Linux/. Kapasitas 
disk dibawah 300 M menurut penulis termasuk disk kecil. Pendapat ini didasarkan pada ukuran paket yang berbeda-beda yang 
tersedia sekarang. Salah satu pengolah kata populer mungkin menghabiskan 70 M jika anda memilih seluruh featurenya. 

Jika anda memiliki drive yang besar, anda mungkin berharap memiliki partisi <em/Linux/ tersendiri yang menjalankan sistem 
Ext2. Ext2 menggunakan cluster berukuran kecil dari DOS (1 k), jadi bila menginstall banyak file-file kecil akan 
menghabiskan kapasitas yang lebih kecil dibanding bila menggunakan partisi <em/Umsdos/. 

<sect1>Kinerja 
<p>

Point-point berikut berlaku pada <em/Umsdos/ dibandingkan dengan Ext2 . 
<itemize>
<item>Manajemen direktori lebih cepat pada Ext2. Hal ini dikarenakan besarnya biaya akibat struktur direktori yang 
dobel pada <em/Umsdos/ 
<item>Akses file (baca dan tulis) kemungkinan lebih cepat pada <em/Umsdos/ dari Ext2. Hal ini karena
sederhananya sistem FAT yang digunakan DOS. Berhati-hatilah karena kemudahan ini menimbulkan cost:
 <itemize>
	<item>Maksimal terdapat sekitar 65.000 file atau kluster setiap partisi. Ini juga berarti bahwa partisi 
	500 M akan menggunakan cluster 16 K yang besar. Dengan kata lain, suatu file yang berisi 1 byte akan 
	menggunakan 16 K dari kapasitas disk. 
	<item>Keseluruhan dikontrol oleh FAT yang lokasinya berada di awal hard drive. sistem file DOS kemungkinan 
	akan lebih mudah rusak karena hal ini. 
	<item>Tidak ada ketentuan untuk menghindari fragmentasi file. Sistem <em/Umsdos/ umumnya digunakan sebagai 
	single user workstation. Dalam hal ini tidak jadi masalah. Bila menjadi multi-user engine, file akan tersebar 
	dimana-mana dalam drive, dan akan memperendah kinerja akses file. 
	<item>Symbolic links disimpan sebagai file normal. Jika anda bermaksud membuat banyak symbolic links, anda 
	akan menemukan bahwa <em/Umsdos/ menghabiskan banyak kapasitas disk dibanding Ext2. 
</itemize>
</itemize>
</article>
